Berbagi Inspirasi Hidupku

Memahami bahasa alam dan kehidupan

Showing posts with label Analogi. Show all posts
Showing posts with label Analogi. Show all posts

Wednesday, 22 October 2014

Listrik Jiwa

 
Apa yang kamu lakukan saat gadget di tanganmu lowbet (kehabisan batrai)?...
Apa yang kamu cari ketika hp mu berbunyi tuuuuuut tuuuuuuut tuuuuut?...
Apa yang kamu katakan, saat notebook / laptopmu tiba-tiba mati?...
Apa yang kamu ucap, tengah asyik nge-game, tiba-tiba Monitor PC hank dan mati?.
Apa yang kamu rasakan, disaat sedang asyik menonton film seru, atau pertandingan liga piala dunia, eh listrik mati?..

Kamu tau sendiri jawabannya, sebab kita seolah terbiasa dengan hal tersebut, tak jadi soal. Apalagi penemuan terbaru belum lama ini, piranti yang dikenal dengan sebutan Power Bank, sebagai pengganti energi sementara ketika gadgetmu lowbet atau Genset yang sewaktu-waktu bisa di-on-kan untuk pembangkit tenaga listrik cadangan dalam cakupan kecil.
Jaman canggih saat ini tidak bisa lepas dari peran energi listrik, bahkan listrik menjadi satu-satunya sumber energi untuk urusan teknologi buatan manusia di abad modern.
...
Namun, kali ini kita tidak akan membahas panjang lebar tentang listrik.
Ada perihal substansial di balik fenomena dunia saint khususnya dibidang kelistrikan. Apa itu?...
Hal ini tak sekedar analogi, tapi juga pelajaran berharga bagi manusia di abad modern yang cenderung jauh dari nilai-nilai spiritualitas dan ketuhanan.
Coba kita perhatikan, untuk menciptakan kejutan listrik/ setruman energi dahsyat, para ilmuan harus belajar dan meneliti beratus-ratus tahun lamanya.
Bisa kita bayangkan berapa juta atau miliar tegangan listrik yang dihabiskan hanya untuk kehidupan manusia beberapa masa.
Bandingkan dengan energi yang langsung hidup pada diri setiap makhluk ciptaan Tuhan.
Kita sebagai manusia disiapkan Tuhan untuk menjadi pemimpin/pengelola di dunia, makanya sumber energi yang ditanamkan pada diri kita itu berasal dariNya. Itulah yang biasa kita sebut dengan Ruuh (spirit), jika dianalogikan bagaikan listrik yang mengalir pada berbagai komponen elektronik dan peralatan canggih saat ini.

Read More/Selengkapnya...

Sunday, 25 March 2012

Hidayah & Ilmu Bagai Air Hujan

22 Maret 2010 pukul 18:33 ·

Air hujan merupakan nikmat dari Tuhan untuk kehidupan di muka bumi. Begitulah hidayah & ilmu syariat yg disampaikan oleh Rasul kita. Bersyukurlah padaNya.Dlm Kitab Shahihain disebutkan bahwa Rasulullah s.a.w telah bersabda “Perumpamaan hidayah & ilmu yg diperintahkan oleh Alloh kepadaku utk menyampaikannya sama dgn hujan yg menimpa bumi.”

Rasul s.a.w membagi-bagi bumi ini kedlm beberapa bagian sesuai dgn kondisinya :
“Maka sebagian di antara bumi ini ada yg subur”- dlm teks lain disebutkan baik-“mau menerima air sehingga dpt menumbuhkan tetumbuhan & rumput yg banyak.”Bagian bumi yang subur, dapat mengalirkan & menyerap air hujan sehingga membasahi,menyegarkan kehidupan di muka bumi

Ini adh perumpamaan orang-orang yg mau menerima hidayah, kemudian menyebarkannya kpd org lain. berbagai manfaat yg dapat diambil oleh makhluk hidup dari kejernihan air hujan. 

 Air hujan adh simbol alam yg membawa pesan kebaikan,kesegaran,kenikmatan serta kebahagiaan hidup. Tanpa air makhluk hidup akan sulit bertahan lama. Bgitu pula tanpa hidayah & ilmu,hidup kita seakan mati.

“Sebagiannya lagi ada yg dpt menahan air, maka Alloh menjadikannya berguna bagi manusia sehingga mereka dapat beroleh minum & bercocok tanam.”

Ini adh perumpamaan orang-orang yg mau menimba ilmu tetapi tdk mengajarkannya kpd org lain. Golongan ini relatif baik, tetapi tdk sprit golongan yg pertama.
“Dan sebagian yg lainnya ada kawasan yg tiada lain hanyalah ketandusan belaka, tidak dpt menahan air & tidak pula dpt menumbuhkan tetumbuhan."
Apakah anda mau seperti bagian bumi yg gersang & tandus? sulit ditemukan tanda-tanda kehidupan di sini.

Ini adh perumpamaan tentang orang-orang yg berpaling dr hidayah. Selanjutnya, Rasulullah s.a.w bersabda :
"Sepertinya itulah perumpamaan orang yg beroleh manfaat dari ilmu yg diperintahkan oleh Alloh kpdku utk menyampaikannya, kemudian menjadi orang yg berilmu, lalu mengajarkannya (kpd orang lain), & perumpamaan org yg tdk mau memperhatikan hal tsb serta tdk pula mau menerima hidayah Alloh yg disampaikan olehku." (HR. Bukhari No.79 & Muslim No.5906).

(Sumber : Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni, 2005.ilalladziina asrafuu 'ala anfusihim (Hidupkan Hatimu), Irsyad Baitus Salam: Bandung h.174-176)
Read More/Selengkapnya...
Crocodile Print Pointer