Showing posts with label inspirasi. Show all posts
Showing posts with label inspirasi. Show all posts
Sunday, 8 November 2015
Pelaut Sejati
Seorang pelaut tidak akan disebut Pelaut Sejati
sebelum teruji ketangguhannya
menghadapi Ombak & Badai
Begitulah perumpamaan kehidupan ini,
kita harus TANGGUH
hadapi setiap ujian & rintangan.
Sunday, 24 August 2014
Nenek Angkot
Sore kemarin, hatiku terenyuh menyaksikan di depan mataku sosok wanita
tua renta berbaju kumal dengan jahitan baju dari kain dan perca bekas
menumpang angkot yang juga Aku dan Ayahku tumpangi. Aku membayangkan
betapa kerasnya hidup yang beliau lalui, "kemana anak cucunya dan sanak
keluarganya?...sungguh tega mereka membiarkan wanita tua ini pulang
pergi di luar rumah" bisikku dalam hati.Semestinya wanita serenta itu sudah duduk-duduk santai dan beristirahat di rumah berkumpul bersama anak dan cucunya serta keluarganya.
Untuk melangkahkan kaki tuanya saja saat ia menaiki angkot sangatlah kesulitan. Bagaimana sulitnya ia melangkah berjalan menyusuri jalan dari pemukiman dan pasar untuk mengais rezeki. Entah apa yang masih sanggup dilakukan wanita serenta itu. Seandainya yang kusaksikan itu nenekku, Aku tak akan membiarkan ia keluar berjalan kaki seperti itu.
Dari gaya bicaranya, tampak jelas bahwa sejak muda ia adalah sosok yang sangat ramah dan penyabar. Orang yang tidak dikenalinya pun diajaknya bicara.
Ada kemungkinan si nenek itu akibat usianya yang lanjut, ia telah menderita pikun (lupa ingatan). Sehingga ia tidak bisa lagi membedakan mana orang yang ia kenal atau mana yang tidak. Atau memang wataknya yang ramah.
Bisa jadi pula, nenek itu akibat usia rentanya, ia secara psikologis sulit diatur oleh anak dan sanak keluarganya, sehingga semaunya berjalan ke sana- kemari.
Meski demikian, kita selaku anak, cucu atau sanak keluarga mestinya peduli dan memahami dengan penuh kasih sayang terhadap anggota keluarga kita. Apalagi jika anggota keluarga itu sudah berumur lanjut. Sudah menjadi suatu hal yang wajar mereka yang berumur tua dihormati dan dimaklumi. Karena faktor usia, mereka akan mengalami kepikunan, secara prilaku kadang sulit dimengerti, serba salah, ingin dimanja, keras kepala dan lain sebagainya.
Sungguh, secara nurani Angah kagum dengan sosok wanita tua renta itu.
Melihatnya, angah jadi teringat sosok mendiang nenekku yang sangat menyayangiku, mencium pipiku dari mulai bayi, balita, anak-anak hingga aku kuliah. Sosok yang suka mendongeng, membuatkan Lengkeng Pisang (Pisang Salai) kesukaanku. Serasa menetes air mata ini. Sahabat, jika umur kita panjang, kita akan mengalami hal yang serupa bertahan dengan usia renta menanti akhir hayat.
#MenitiUsiaRenta #HormatiParaManula :) (y) #MerekaJugaPernahMudaSepertiKita #SuatuMasaKelakKitaAkanSepertiMereka
-------------------------
Status Facebook
"Manusia Gerobak"
Di
tengah hiruk-pikuk dan lalu-lalang kendaraan, sore ini Aku melintas
diperempatan lampu merah, di tepi jalan terlihat satu keluarga kecil
pemulung sedang beristirahat duduk bersandar di samping gerobak kayunya
untuk memuat sampah dan barang bekas, Si Ayah sedang memangku sambil
menepuk-nepuk perlahan anak bungsunya yang terlelap. Sedangkan Si Ibu
sibuk mengemasi barang bekas yang telah terkumpul.
Sementara dalam gerobak itu tampak dua orang anaknya yang juga tertidur
pulas. Wajah, rambut dan baju mereka kotor dan kumal bercampur debu dan
keringat. Seolah hal itu menjadi pemandangan yang biasa di Perkotaan.
...............
Sembari melintas, sejenak ku merenung betapa keras perjuangan bertahan hidup yang mereka jalani. Mereka lebih memilih menjadi pemulung, dari pada pengemis yang hanya mengandalkan kepapaan dan menadahkan telapak tangan. Inilah satu di antara sekian banyak potret wajah perkotaan.
...............
Sembari melintas, sejenak ku merenung betapa keras perjuangan bertahan hidup yang mereka jalani. Mereka lebih memilih menjadi pemulung, dari pada pengemis yang hanya mengandalkan kepapaan dan menadahkan telapak tangan. Inilah satu di antara sekian banyak potret wajah perkotaan.
----------
Status Facebook: 23 Agustus 2014
Sunday, 29 April 2012
Cleaning Service
Ada apa dengan Cleaning Service ?

Apa yang terlintas dibenak Anda ketika membaca judul di atas?...apakah anda sedang memikirkan suatu pekerjaan yang terkesan rendah dan tidak ber-kelas, yakni sebagai petugas pembersih baik jalan-jalan, di kantor-kantor, supermarket, mall-mall, dan tempat umum lainnya?...Pikiran anda tidak salah, dan persepsi masyarakat pada umumnya demikian, ketika mendengar atau membaca frasa Cleaning Service, pasti pikirannya terfokus pada pekerja/petugas kebersihan.
Namun, pernahkah Anda memikirkan, sebenarnya Cleaning Service itu bukanlah suatu pekerjaan yang memalukan atau rendahan. Meski banyak orang yang punya gengsi tinggi, tak mau mengambil pekerjaan demikian. Berbeda bagi mereka yang memang menggeluti pekerjaan tersebut. Tak banyak di antara kita yang mau berurusan dengan sampah dan hal-hal yang kotor dan menjijikkan. Apalagi bagi seseorang yang punya tipe superclean (superbersih). Dia tak suka makan di tempat-tempat emperan atau di kaki lima. Dia lebih senang memilih tempat Restoran ekslusif. Kalau saat makan, semua makanan dan minuman termasuk peralatan makan seperti piring, gelas, sendok diperiksa satu per satu apa sudah bersih atau belum. Memang, bersih itu pangkal sehat. Tapi gak segitunya kale..
Di dunia ini terdapat jutaan bahkan miliaran makhluk mikroorganisme seperti amoeba, paramecium, bakteri, virus, dan lainnya yang hidup di berbagai tempat misalnya di udara, air dan tanah. Termasuk pada makanan dan minuman yang kita makan. Itulah untungnya, mereka semuanya diciptakan Tuhan dengan ukuran mikro (sangat kecil dan tak bisa dilihat dengan mata telanjang), untuk mengetahui keberadaan mereka, kita mesti menggunakan mikroskop. Coba, kalau mereka itu besar-besar, kita tak akan bisa makan karena sibuk membasmi makhluk-makhluk aneh itu.
Balik lagi, Cleaning Service itu satu diantara pekerjaan mulia. Mengapa?...,karena orang yang melakukan pekerjaan itu disebut dengan Pahlawan Lingkungan. Apa jadinya, jika tak ada mereka atau tidak ada satu pun yang mau menjadi petugas kebersihan di lingkungan kita. Lingkungan tempat kita beraktifitas menjadi semakin kotor, kumuh, berbau busuk, tempat bersarangnya kuman-kuman dan menimbulkan berbagai penyakit. Sudah sepantasnya mereka mendapat upah yang layak untuk pekerjaan mulia itu. Tapi kali ini, kita bukan sedang membahas seputar pekerjaan Cleaning Service secara detail. Melainkan perihal yang tidak jauh dari pentingnya menjaga kebersihan dalam segala aspek kehidupan kita.
Clean berasal dari kosa kata bahasa Inggris yang berarti bersih. Bukti rill bahwa bersih itu penting adalah munculnya kreativitas dan inovasi manusia untuk membuat berbagai cara agar diri dan kehidupannya bersih dan sehat. Berbagai produk pembersih yang dipromosikan, banyak menggunakan kata-kata clean, putih bersih, berkilau, kinclong, bersinar, bercahaya dan lainnya. Perusahaan alat dan bahan pembersih tersebut bersaing menciptakan iklan-iklan sedemikian rupa agar dapat menggugah keinginan orang-orang untuk membeli produk-produk tersebut. Di tampilkan pula kelebihan, keunggulan dan kedahsyatan produk tersebut dengan mendemonstrasikan cara penggunaannya dan hasil yang terjadi. Produk-produk itu dikemas dan dipromosikan ke berbagai media publik. Meskipun terkadang di sana-sini masih terdapat kebohongannya.
Bersihkan Pikiran dan Hati
Berikut tips agar pikiran dan hati kita bersih dan sehat
- Rajin Ibadah sesuai keyakinan agama Anda.
- Hormati dan sayangilah ayah dan ibu Anda
- Berpikir dan berkata Positif (Positive Thingking & Talking), tidak curiga berlebihan dengan sesama, selalu berkata yang baik-baik
- Hindari berbohong, memaki/mencemooh, menggunjing (meng-gosip), memfitnah orang lain
- Miliki pekerjaan yang baik dan positif, bekerjalah setulus hati dan nikmati pekerjaan Anda
- Luangkan waktu anda relaksasi di alam terbuka, misalnya di taman, kebun, sawah atau tempat rekreasi alam. Renungkan dan carilah inspirasi dari fenomena alam yang anda saksikan
- Berbagi kebaikan dan kebahagiaan dengan orang miskin dan orang terlantar
- Yakinkan diri Anda, bahwa anda memiliki energi positif yang mesti anda gunakan untuk hal-hal yang positif pula dalam kehidupan anda dan sesama.
Bersihkan Diri dan Lingkungan
- Jaga kebersihan tubuh/fisik Anda
Semua orang tentu mengetahui bagaimana cara menjaga dan merawat diri. Namun ada juga yang perlu motivasi/dorongan agar mereka peduli terhadap kebersihan diri sendiri. Orang yang terbiasa hidup bersih, secara otomatis dia akan selalu menjaga kebersihan tubuhnya dengan mandi, keramas dengan berbagai sabun, shampo dan produk pembersih lainnya. Begitu pula pakaiannya selalu dicuci bersih, rapi dan wangi. Sebaliknya, ada saja orang yang belum terbiasa hidup bersih. Kadang mandi, kadang juga tidak. Ia tak begitu peduli soal bau badannya apalagi soal pakaian dan penampilannya. Semoga saja, suatu masa ia akan menyadari betapa pentingnya menjaga kebersihan diri, yakni ketika kulitnya merasa gatal dan tubuhnya merasa sakit akibat kurang merawat diri. Anda bersih, Anda juga sehat.
- Peduli Lingkungan
Tak cuma bersih diri dan pakaian. Rumah, tempat anda tinggal dan beraktifitas juga mesti bersih dan rapi. Memang ada juga orang yang memilih dan terbiasa dengan kehidupan yang semrawut dan acak, kebersihan rumah/tempat tinggalnya juga alakadarnya. Selain tempat tinggal, lingkungan sekitar juga harus kita jaga kebersihannya. Anda yang peduli lingkungan, pasti menyiapkan tempat sampah di beberapa sudut atau pojok lingkungan sekitar anda. Anda tentu tidak akan membuang sampah sembarangan selain pada tempat yang telah tersedia. Bahkan, jika Anda sedang di luar dan anda melihat ada sampah di depan mata, anda tak segan memungutnya dan membuangnya pada tempat sampah. Lingkungan bersih, itu cermin masyarakat disekitarnya. Membuang sampah pada tempatnya
Kadang banyak orang keliru dalam memahami instruksi kata “Buanglah sampah pada tempatnya”, padahal kalimat itu sangat sederhana, namun berat untuk dilakukan terutama bagi orang yang terbiasa membuang sampah bukan pada tempatnya. Mereka keliru dalam memahami tempat yang seharusnya. Karena mengikuti orang-orang banyak membuang sampah di sungai, jadi ikut-ikutan juga membuang sampah di sungai. Begitu pula tempat yang seharusnya bukan menjadi tempat sampah seperti selokan/parit, pinggir jalan yang banyak pemukiman penduduk, dan tempat umum lainnya malah di sana terdapat tumpukan sampah busuk. Apakah mereka tidak diajarkan oleh orang tua mereka tentang kebersihan?...atau mereka tak ada pilihan lain atau tempat lain selain membuang sampah di tempat itu?...
Jangan Jadi Sampah Masyarakat
Sampah itu kotor, jahat dan busuk. Sesuatu yang tidak terpakai dan menurut kita tak bisa lagi digunakan itu menjadi sampah yang pantas dibuang jauh-jauh. Begitu pula jika ada istilah sampah masyarakat, inilah idiom (ungkapan) konotatif yang ditujukan bagi orang-orang yang diri, sikap dan prilaku sehari-harinya hanya menyusahkan dan merugikan orang lain atau masyarakat di sekitarnya misalnya pencuri, pencopet, perampok, koruptor, penjudi, pemabuk, pezina/pemerkosa, pembunuh, dan mereka yang berprilaku nanar dan suka berbuat onar, kriminal lainnya. Tak jauh berbeda dengan sampah beneran, di antara tumpukan sampah ada saja beberapa sampah yang masih bisa bermanfaat dan menjadi rezeki bagi para pemulung. Kemudian pemulung itu menjualnya ke tempat pengumpul sampah, dan sampah diseleksi lagi menurut jenis bahannya. Setelah itu sampah siap didaur ulang. Begitu pula bagi para Napi (Nara Pidana), penjara adalah tempat yang cocok untuk “mendaur-ulang mentalitas sampah” yang ada pada diri mereka menjadi orang yang berguna di masyarakat. Namun sayang, ada orang yang menginginkan dirinya tetap jadi sampah, parasit bagi orang lain. Penjara tidak membuat dirinya jera. Setelah bebas dari penjara malah ia semakin “kreatif” menjadikan dirinya sampah yang layak diburu dan dimusnahkan dari muka bumi. Sungguh pilihan hidup yang aneh.
Jadilah “Cleaning Service”
Sekilas memang tampak aneh, di awal kita sepakat tidak membahas soal pekerjaan kebersihan ini. Di sini malah disebut-sebut soal Cleaning Service. Tapi, yang saya maksudkan di sini bukan menyuruh anda untuk bekerja menjadi Cleaning Service. Melainkan, menjadikan diri anda sebagai “cleaning service” (hiro kebersihan) bagi diri sendiri , dan kehidupan sesama. Jidad/dahi anda sepertinya masih berkerut, masih bingung apa yang saya maksudkan?...
Cleaning Service, yang saya maksudkan di sini maknanya juga konotatif. Artinya, jadilah pahlawan bagi diri sendiri yakni rajin menjaga kebersihan dan kesucian diri secara fisik dan rohani. Jadilah pahlawan bagi sesama yakni menebar ilmu bagaimana menjaga kebersihan dan kesucian diri sehingga tidak tertarik untuk menjadi sampah busuk yang tak bisa didaur ulang bagi kehidupan di muka bumi ini.
Pontianak, 27 April 2012
Pemulung Inspirasi
Sunday, 25 March 2012
Menebar Cinta dan Kasih Kepada Sesama
13 Maret 2011 pukul 0:14
Mari memahami cinta dan kasih dalam kehidupan bersama
Ketika masing-masing orang ditanya, siapakah orang yang paling berkesan dalam hidupnya dan telah memberikan banyak perhatian serta peneguhan dalam menjalani kehidupan?
Kita percaya, setiap orang pasti akan mampu menyebutkan satu per satu. Demikian besarnya perhatian yang diberikan seseorang hingga tetap membekas bertahun-tahun. Sudah seyogianya setiap manusia memberikan nilai tambah pelayanan terhadap sesamanya melalui profesinya masing-masing. Bahkan sedikit senyuman dan sepatah sapaan, cukup menambah keceriaan hidup dalam berhubungan dengan orang lain.
Menyempatkan diri beberapa menit untuk berbicara kepada orang lain, serta menanyakan kabar keluarganya, akan menambah harapan hidup yang lebih baik bagi orang tersebut. Dengan perhatian demikian, orang akan merasa bahwa dia tidak sendiri dalam melalui pergumulan hidup ini. Bukankah Sang Pencipta menciptakan kita sebagai manusia sosial untuk meneruskan cinta kasih-Nya kepada sesama umat manusia.
Jangan biarkan seseorang pun berlalu tanpa merasa lebih baik dan lebih gembira. Ekspresikanlah kebaikan sang Pencipta Yang Pemurah, baik di wajah, mata, senyum, salam anda yang hangat serta hati yang ikhlas.
Menebarkan cinta dan kasih (perhatian) kepada sesama tidaklah memerlukan biaya yang mahal, hanya perlu kesungguhan hati dan kerelaan untuk melihat manusia sebagai sesama ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Sang Khalik tentu senang melihat hamba-Nya mau menjadi duta untuk meneruskan kasih-Nya kepada sesamanya, dan sudah tentu tidak akan membiarkan mereka menderita.
Kita adalah makhluk yang diciptakan dengan benih kemurahan hati untuk menerima segala kemurahan Sang Khalik melalui ketersediaan alam semesta ini. Ada kalanya setiap manusia tidak mampu lagi untuk berbagi kebaikan dan kemurahan pada orang lain.
Bagian terbaik dari kehidupan orang baik adalah tindakannya yang sederhana, tanpa pamrih, dan yang dilupakan orang dalam kebaikan dan cinta.
Sumber: Parlindungan Marpaung, Fulfilling life : Merayakan Hidup yang Bukan Main!, MQ Publishing: Bandung.
DIRIKU ISTIMEWA (Sebuah Komitmen untuk memperkuat refleksi dan inspirasi diri)
12 Maret 2011 pukul 23:47
Awal penciptaanku sudah menjadi kehendakNya.

1.Saya merasa begitu istimewa setelah saya merenungkan apa yang dikatakan John Wesley, demikian: “Saya tidak dapat menghentikan burung yang terbang melintas di kepala saya, tetapi tentu saja saya dapat menghentikannya ketika ia membuat sarang di rambut saya!” Maknanya: saya tidak bisa membiarkan pikiran-pikiran negatif bersarang dalam pikiran saya.
Inilah potensi fisikku yang dipinjamkan oleh Tuhan agar bisa digunakan sebaik mungkin & utk kebaikan kehidupan
2.Tubuhku adalah ciptaan Sang Khalik yang paling sempurna di antara seluruh ciptaan. Oleh karena itu, saya tidak akan merusaknya dengan pergaulan bebas maupun kebiasaan-kebiasaan yang dapat dapat merusakkan tubuh ini.
Waktu kehidupan kadang berlalu semakin cepat,kadang pula terasa lambat
3.Sudah selayaknya saya mensyukuri apa pun kondisi saya saat ini karena saya begitu istimewa telah diciptakan.
4.Selama masih ada napas kehidupan berarti saya masih diberi kesempatan untuk berbuat bagi sesama dengan kondisi saya saat ini. Suatu kesempatan emas yang tidak akan saya sia-siakan.
Sebagian orang mengartikan hati itu secara fisik berupa organ jantung bukan liver
5.Bagi saya, hati merupakan organ penting yang memancarkan kehidupan. Oleh karena itu, saya akan menjaga hati saya dengan segala kewaspadaan supaya tidak tercemar.
Sumber: Parlindungan Marpaung, Fulfilling life : Merayakan Hidup yang Bukan Main!, MQ Publishing: Bandung.h.53
Hidup ini Ibadah

Ibadah, itulah tujuan diciptakannya manusia. Maka, setiap hari bahkan setiap tarikan dan embusan napas, harus ada nilai ibadah di sisi Allah swt. Saat tidur, terjaga, makan, puasa, belajar, mengajar, mencari nafkah untuk keluarga dan aktivitas lain dalam keseharian, semuanya harus mendatangkan pahala, hingga hidup ini tidak hampa dari amal saleh (Hanna binti Abdul Aziz Ash-Shani dalam “Cara Mudah Menggapai Pahala”) Read More/Selengkapnya...
Memahami Hakikat Hidup
6 Maret 2011 pukul 23:12
Memahami hakikat hidup, tak mesti selalu lewat petuah dan nasihat
Memahami makna hidup, tak selalu melalui hamburan kata,
Pelajaran hidup, bisa digali dari sebuah kisah dan cerita, yang tersaji lewat goresan pena
Ya........kisah dan realita di sekitar kita bahkan, juga kisah-kisah orang sebelum kita adalah media pembelajaran untuk meraih makna
(Saiful Hadi El-Sutha dalam “Kado Terindah Untuk Orang Berdosa”)
Read More/Selengkapnya...Ambil Madunya tapi jangan pecahkan sarangnya !
21 Juli 2010 pukul 21:52
Lebah adalah serangga yang sangat sensitive dan bisa menyerang siapa saja termasuk peternak lebah madu itu. Tapi bagaimana peternak lebah madu itu bisa lolos dari sengatan lebah ?...Sebagian kita berpikir “ oh itu mudah, bisa saja peternak itu pakai pelindung berupa jaring halus yang tak bisa ditembus lebah”. Bagaimana pula lebah itu tetap betah di sarang yang disediakan peternak dan tetap memproduksi madu?......
Saya yakin, anda pasti tahu jawabannya. Lalu apa hubungan lebah madu dengan isi sajian kali ini ?...tanpa basa-basi lagi, yuk kita santap sajian kita dengan nikmat dan dicerna dalam jiwa.
Keramahan adalah kunci dalam bergaul. Aidh al-Qarni mengatakan, bertutur kata yang baik, tersenyum tulus kepada sesama, & menyapa dengan sopan saat bertemu adalah perhiasan emas yang dibordirkan pada pakaian orang-orang bahagia. Seperti lebah, menghisap nektar bunga tanpa merusak mahkota & tangkainya. Bahkan lebah itu membantu penyerbukan bunga dan mampu menghasilkan madu yang berkhasiat. Atau seorang peternak lebah bisa saja mendapatkan madu dari sarang lebah itu, tapi sarang itu harus di ambil secara utuh. Artinya, dalam hal bergaul kehati-hatian bersikap, berkata-kata, berbuat sangat diutamakan sehingga tidak merusak ‘sarang lebah’.
Jika sarang lebah dirusak, maka lebah itu akan cenderung menyerang. Seperti itulah kita seharusnya. Ramah dan menghargai orang lain. Bisa jadi lebah madu itu telah menganggap peternak itu bukan lagi sebagai ancaman,tapi teman karena telah menyiapkan tempat special untuk mereka (para lebah) membuat sarang.
Dalam Biologi, inilah simbiosis mutualisme. Jika hubungan saling menguntungkan itu terjadi pada sesama manusia, dalam Sosiologi, dikenal istilah interaksi sosial yang efektif dan secara psikologis…..(e e eh… sepertinya bumbunya terlalu berlebihan, entar gak enak. Ya.. sudah, kita batasi sesuai porsi menu kali ini, untuk bumbu yang lain kita tempatkan pada menu/sajian selanjutnya. Atau anda punya ide ?...,karena terlanjur dibumbui begitu, jika anda belum puas atau penasaran, cari sendiri saja ‘bumbu’ itu di tempat lain ). He..he..maaf jadi ngelantur. Silakan dilanjutkan menikmati sajian kita.
Kata Al-Qarni, cara mencari kawan adalah ilmu yang hanya dimiliki orang-orang ramah dan baik. Jika hadir mereka menjadi sumber kegembiraan & cengkrama. Jika pergi, mereka selalu ditanyakan & didoakan.
Orang-orang bahagia ini memiliki landasan akhlak yang tertuang dalam QS.41: 34 (silakan buka Al-Quran). Mereka selalu meredam dendam dengan kelembutan mereka yang mengagumkan dengan kehangatan kasih sayang, & jiwa pemaaf yang tulus.
Meski mereka sering mendapat ucapan yang tidak enak didengar, namun tidak sampai diresapkan ke hati. Mereka selalu merasa tentram. Orang lain pun merasa aman bersama mereka. (silakan renungi QS. 3: 134).
Berita baik akan mereka dapatkan berupa ketentraman hati & kebahagiaan jiwa. Bagaimana dengan anda ketika anda mendapatkan kabar baik ?....anda lebih tau bagaimana rasanya…yang jelas dengan informasi yang anda dapatkan itu, anda lebih bersemangat, antusias, bahagia.
(Kutipan & adaptasi bahasa ini terinspirasi dari buku Be Your Self karya Aidh al-Qarni h. 78 silakan Anda cek & temukan perbedaannya)

Lebah menghisap nektar bungaKami membangun rumah sendiri & memproduksi madu beramai-ramaiBergerak Dinamis atau Statis ?... (Merekam Fenomena Kehidupan)
Saat ini jam menunjukkan pukul 06.00 WIB. Kubuka jendela kamarku yang berada di tingkat dua. Aku melihat burung-burung walet terbang melakukan aksi manuver dipagi hari. Kicauan mereka bersahut-sahutan, seakan-akan itu ekspresi keceriaan mereka menyambut pagi. Mataku tertuju pada Matahari berwarna jingga yang baru mulai terbit dari ufuk timur. Perlahan warnanya semakin cerah kekuningan. Awan-awan serabut layaknya kapas yang berserakan perlahan bergerak menghiasi langit.
Sayang keindahan nuansa di pagi hari terkesan begitu singkat, karena suasana di Kotaku mulai padat, kendaraan bermotor dan beroda empat hilir mudik bergerak cepat. Dan sudah semestinya kita begitu, semuanya baik makhluk hidup maupun benda alam bergerak dinamis sesuai dengan sifat dan fungsinya masing-masing. Siang dan malam tidak akan terjadi jika bumi tidak berotasi. Burung-burung tidak dapat terbang jika sayapnya tidak mengepak dan mengembang. Tubuh ini tak akan sehat dan bertenaga jika tidak istirahat dan berolahraga. Darah kita tak akan mengalir serentak jika jantung tak berdetak, kita tak akan bisa bertahan hidup jika oksigen tak kita hirup. Manusia akan punah jika mereka berhenti mencari nafkah.
Negeri Statis dan Ironis
Apa jadinya bangsa kita jika tidak ada program urbanisasi dan transmigrasi dari pemerintah?..coba bayangkan jika tidak ada kaki untuk berjalan, sarana transportasi yang mogok akibat para supir protes karena Pemerintah menaikan harga BBM. Betapa kacaunya negeri kita jika semua buruh, karyawan swasta dan pegawai negeri meliburkan diri (berhenti bekerja) untuk ikut aksi demo besar-besaran menuntut keadilan dan kesejahteraan mereka akibat gaji dan upah mereka telat dibayar dan mengalami penurunan. Belum lagi akibat aksi demonstrasi lainnya yang juga membludak dengan anarkisme dan premanisme itu. Jalan-jalan jadi macet, aktifitas terhenti. Bahkan demi keamanan sekolah-sekolah diliburkan, toko-toko tutup. Jam siaga diberlakukan, sehingga aktifitas masyarakat dibatasi pada jam tertentu. Suasana kembali statis. Sungguh ironis.
Sifat Dinamis Alam Semesta
Dinamisasi terjadi di alam semesta. Seluruh galaksi, planet-planet, asteroid, komet, meteor dan lain-lain semuanya bergerak sesuai ketentuan dan keteraturan sistem tata surya. Bahkan atom-atom yang tersebar di jagad raya juga bergerak. Itu semua buka sekedar ritme kehidupan atau hukum alam semata. Gerakan yang selaras dengan putaran keteraturan dan ketetapan itu adalah tasbih semesta kepada Tuhannya. Kepatuhan, ketundukan kepada Tuhan menjadikan alam raya ini tetap bertahan.
Namun, tak banyak manusia menyadari hal itu. Akal, hati dan jiwa seolah diselubungi oleh kegelapan. Manusia tahu ia bagian dari alam semesta. Tetapi di antara mereka malah berani melawan ketetapan Tuhan, berhenti patuh sehingga gerakan tasbih alam semesta menjadi kacau balau. Para ilmuan melaporkan telah terjadi gelombang radiasi besar-besaran di atmosfer bumi menjadikan lapisan ozone terkikis. Bumi menjadi panas, itulah yang kita kenal sebagai global warming. Retakan lempengan bumi terjadi di mana-mana menghasilkan gempa dahsyat, tanah longsor, dan letusan gunung berapi. Volume air dunia juga tidak menentu. Es di kutub utara dan selatan kian mencair. Perubahan suhu dan cuaca ekstrim seperti badai, topan, angin puting beliung dan bencana alam lainnya. Siapakah yang dirugikan dengan peristiwa alam itu?...Anehnya, sebagian manusia malah menyalahkan dan menghujat Tuhan.
Gerak dinamis itu sebuah fenomena kehidupan. Banyak sisi kehidupan yang selaras dengan gerak dinamis. Kreatifitas, cerdas,dan tangkas dalam beraktifitas adalah salah satu hasil dari dinamisasi pada diri manusia. Kekayaan, kedermawanan, kesederhanaan adalah sifat dinamis dalam mensyukuri nikmat harta. Sedangkan kemiskinan, kebodohan, kerakusan adalah sifat statis dalam memahami nikmat hidup.
Dinamis itu Hidup dan Statis itu Mati
Hidup itu bergerak dinamis, jika tidak akan statis dan mati. Sebuah Arloji atau jam mesin akan rusak dan mati jika ada salah satu roda mesinnya tidak berputar (berhenti). Handphone saja sebagai alat statis mesti kita bawa ke zona gelombang yang kuat saat kita berada di wilayah pegunungan yang jauh dari tower agar bisa mendeteksi signal, artinya perpindahan dari rumah menuju zona gelombang signal menjadikan hp kita berpindah jarak. Suatu benda yang telah berpindah secara jarak, tempat dan waktu itu sudah dikatakan bergerak. Sebab itulah ada sebagian kita menyebut hp itu mobile. Apalagi mobil yang benar-benar harus bergerak jika tidak hanya jadi barang rongsokan.
Statis itu seperti Zombie (Mayat Hidup)
Dalam film horor fiksi Zombie diceritakan bahwa zombie-zombie (mayat hidup) menakutkan dan menyeramkan. Tubuh mereka yang setengah hancur masih bisa hidup namun gerakan mereka sangat statis. Tidak selincah dan segesit manusia normal yang masih hidup. Para Zombie itu mengincar otak dan cairan tubuh manusia agar mereka bisa bertahan hidup. Bagi manusia yang terbunuh atau tergigit, mereka bisa berubah menjadi zombie pula. Kawanan zombie bertambah banyak, jika tidak segera diatasi maka kehidupan manusia akan terancam musnah. Begitulah analogi bagi manusia yang hidupnya statis. Ia tidak memiliki ruang gerak di dunia. Bahkan ia terancam dimusuhi oleh sesamanya yang sangat dinamis menjalani hidup.
Statis itu Mental Pengemis
Hidup statis itu ciri khas orang egois, pesimistis, apatis bahkan lama-lama jadi pengemis. Gak percaya..?..kita lihat aja nih. Pepatah lama mengatakan, “seperti katak dalam tempurung”, terpenjara, terperangkap oleh dunianya yang sempit dan pengap. Ia tidak tau dengan dunia luar. Manusia harus melepas keterkungkungannya, ketergantungannya, keterikatannya pada hal-hal yang statis. Yaitu sikap hidup masa bodoh, tidak peduli, sombong/angkuh, malas dan lemot (lamban), keras kepala, dan tinggi hati. Hidup seperti itu layaknya hidup dalam penjara meski tubuhnya bebas berkeliaran di luar sana namun hati dan pikirannya dibawah pengaruh nafsu Ankara (setan). Segala apa yang dilakukan cuma untuk keuntungan dan kesenangan diri.
Bangsa ini besar, namun masih ada rakyatnya yang berjiwa kerdil. Merasa miskin, lemah tak berdaya dan pantas dikasihani, padahal secara fisik mereka masih bisa bekerja. “Lebih baik mengemis dari pada mencuri” begitu berkelitnya para pengemis. Memang rata-rata mereka minim pendidikan, sehingga memaksa mereka menjadi pengemis untuk mendapatkan uang dengan cepat lalu perut lapar bisa terisi. Mental pemalas dan suka memelas itulah yang bersarang dipikiran mereka. Butuh waktu yang cukup lama untuk memulihkan penyakit sosial masyarakat yang satu ini.
Dari Rakyat Hingga Pejabat Jadi Pengemis
Tak jauh berbeda dengan paradigma berpikir sebagian orang-orang yang duduk di kursi-kursi rakyat negeri ini. Hanya dengan ongkang-ongkang kaki, mereka bisa dapat ‘rezeki’, tak peduli mereka dihina atau dimaki. Betapa tidak, ditengah kekalutan negeri ini mereka tak tahu malu menjadi ‘penjilat’ jabatan dan kehormatan. Asal dirinya, anak dan istrinya bisa makan. Di mana nurani mereka?..,di mana pula harga diri mereka sebagai wakil rakyat yang katanya membela hak rakyat?. Rakyat jelata banyak kelaparan, malah disuruh bersikap sabar dengan segala penderitaan akibat ulah “si pengemis” di atas sana. Mereka cuma bisa menangis saat melihat rakyatnya meringis. Mental curang, senang-senang, tak mau berjuang yang penting ada peluang dan dapat uang itulah pengemis. Curang karena menipu rakyat dengan baju jabatannya, senang berlibur/kabur ke luar negeri, tak mau memperjuangkan hak rakyat malah khianat, merampok uang rakyat alias jadi koruptor. Mengapa mereka jadi koruptor ?...selain otaknya kotor, disodor uang nyosor-nyosor, diadili dan dilapor malah menyalahi koridor. Sehingga kasus mereka sering molor, akibat dosanya bisa jadi mengidap tumor, namanya pun tak lagi tersohor. Sebagian rakyat menyarankan sebaiknya ia di-dor.
Pola pikir (mainset) yang statis cenderung merugikan dan itulah awal dari kebobrokan, kemunduran dan kehancuran. Sebaliknya, berpikir dinamis sangat menguntungkan dan itulah bagian dari pembaharuan, kebaikan, kemajuan, dan kesuksesan. Ini bukan apologi/kata-kata semata, bisa dibuktikan dengan fakta dan realita. Agar kita bisa membuka mata guna meraih impian dan cita-cita. Andalah yang memilih.
Jadi Pecundang atau Pemenang ?..
Memahami hidup dan kehidupan di dunia memang tidak mudah. Diperlukan pemikiran dan perenungan yang mendalam sehingga diri bisa menyelam dalam samudera jiwa terdalam di keheningan malam. Temukanlah mutiara kehidupan anda yang dapat dijadikan pedoman ketika diri tersesat di tengah jalan dan menyimpang dari tujuan impian/harapan.
Maknanya kita mesti berpikir dan mengkaji ulang setiap langkah yang kita ambil. Kita tidak bisa hidup sendirian. Tuhan yang maha mengetahui seluk-beluk diri dan kehidupan kita memberikan pilihan jalan. Jika anda memilih diam seribu basa tanpa ada usaha, tekad, keinginan/kemauan untuk berubah menjadi yang lebih baik, maka tunggulah kebosanan dan kesusahan akan menyelimuti disetiap gerak-gerik hidup anda. Anda mau tidak mau hanya disebut sebagai pecundang yang kalah sebelum berjuang. Sebaliknya, jika pilihan anda mantap tertuju pada berbagai hal yang membuat diri anda semangat dan enerjik menjalani hidup ini, percayalah anda telah menjadi pemenang.
Kristal Optimistis Para Pemenang
Pemenang sejati tak akan pernah mengalah dari ujian dan tantangan hidup. Tak akan pernah menyerah dengan gempuran nafsu ankara murka. Meski telah jadi pemenang, ia sedikitpun tak terbuai dengan sanjungan dan pujian manusia. Jiwa pemenang berani bersikap tegas , tangguh, kuat dan percaya diri mengarungi samudera kehidupan yang berombak, mampu memecahkan kebekuan batu pesimistis, dan menempanya menjadi kristal optimistis yang sangat mahal. Kristal Optimistis inilah yang menjadi perhiasan jiwa para pejuang dan pemenang. Kristal itu ada pada diri pemenang tampak dari sikap dan prilakunya sebagai leader (pemimpin) dan agen pembaharuan. Energi yang dikandung dalam Kristal itu berasal dari semangat membara yang bersumber dari keikhlasan kepada Tuhan semata.
Refleksi Hidup Dinamis itu Fleksibel dan Punya Misi Suci
Jadi, masihkah anda tetap berpendirian statis?...sementara orang-orang di sekitar anda berpacu nyali, beradu nasib dengan dinamisasi kehidupan ini. Apakah rela kita membuang-buang waktu yang berharga ini, umur yang tersisa ini hanya untuk santai menikmati kemalasan diri, kepulasan tidur dan indahnya mimpi?...di lain sisi dan dimensi, orang lain berjuang mempertaruhkan jiwa raganya demi mengejar tujuan hidup yang sebenarnya. Yaitu kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan kehidupan mendatang.
Mereka yang berjiwa dinamis sangat fleksibel dalam memaknai kehidupan. Fleksibel dalam setiap situasi dan kondisi. Suka dengan kesibukan bersifat aksi. Soal uang/tupoksi bisa diatasi tanpa ada niat untuk korupsi. Tidak terpengaruh dengan cerita yang sudah basi, sebab bagi mereka itu bukan perkara yang substansi. Jangankan frustasi, mengonsumsi ekstasi saja mereka tak mau. Setiap masalah dapat diantisipasi tanpa emosi dan arogansi. Mereka tak mau melanggar hak asasi, apalagi diintrogasi oleh Polisi. Kecuali mereka difitnah oleh orang-orang berdasi yang punya ambisi. Meski duduk dikursi mereka tak segan dikoreksi, sebab mereka pandai berintrospeksi. Hidup damai dalam dinamisasi sebab mereka punya misi yang suci. Yaitu menjadi delegasi (orang sholeh) di sisi Tuhan dan teladan yang mengaplikasi (amal nyata) bagi sesama manusia.
Berbanding terbalik dengan mereka yang statis hidupnya. Memang hidup statis itu penuh dengan perhitungan dan pertimbangan layaknya statistika angka. Namun sikap demikian menjadikan mereka sebagai orang-orang pelit dan kikir. Mereka takut orang miskin dan takut jatuh miskin. Takut harta kekayaannya berkurang gara-gara memberikan sedekah kepada si miskin. Sehingga jika bertemu si-miskin, raut wajahnya berubah dan cenderung menghindar. Padahal di lain waktu mereka sendiri menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan sesaat. Artinya, mereka statis dalam kekayaannya. Kesenangan dan kebahagiaannya hanyalah ilusi dan fantasi. Suka dengan hal-hal yang palsu dan imitasi. Selain kolusi dan korupsi, juga pandai memanipulasi. Punya banyak uang malah sering dihabisi. Punya masalah mudah frustasi dan berhalusinasi. Berobsesi dan berambisi duduk dikursi tanpa peduli tradisi toleransi. Tidak senang dikritisi apalagi dikoreksi. Dirinya sendiri sudah seperti nasi basi dan sambal terasi, seperti tapai hasil fragmentasi. Bahkan bagai katak yang mengalami maladaptasi.
Inspirasi hidupku teruntuk Anda yang dinamis dalam hidup dan kehidupan,
Pontianak, 24 Maret 2012
Oleh: Angah Sanaci (Satria Marali Albekuty)
Tuhan telah menciptakan ikan, berusahalah mencari umpan
20 Maret 2010 pukul 22:56
"Memancing adalah aktifitas utk melatih ketekunan & kesabaran menyambut asa masa depan yang gemilang"
Satu-satunya yang terus menyemangati perjalanan hidup ini adalah harapan, sekalipun yang sering datang justru yang tidak diharapkan. Sungguhpun demikian, hidup harus terus dijalani tahap demi tahap, fase demi fase, & waktu demi waktu. Banyak keinginan, tetapi banyak pula hambatan. Banyak sudah yang dikerjakan, tetapi masih lebih banyak yang terabaikan. Hidup ini adalah perjalanan, al hayatu musayyarah, life goes on. Dan dari perjalanan yang panjang itu, kita menjadi terasah, matang dalam bersikap, tahu cakrawala & makna kehidupan.
Sejarah orang-orang sukses & terkenal selalu dimulai dari pengalaman perjalanan hidupnya yang panjang & berliku-liku, berkelok-kelok mendaki & menurun. Mereka mengalmi penderitaan & nasib yang memilukan, tapi karena didorong oleh kemauan & motivasi yang kuat & pantang menyerah, setahap demi tahap, selangkah demi langkah, satu fase denan fase yang lain secara pasti, maka terjadilah perubahan & kemajuan yang mengantarkan pada kehidupan yg membahagiakan.
Hidup ini menurut adanya perubahan kea rah lebih baik. Perubahan itu memerlukan proses laksana proses ciptaan makhluk Tuhan yang bernama kupu-kupu, berawal dari ulat, kemudian menjadi kepompong, & terus menjadi kupu-kupu yang dapat terbang ke sana kemari.
Proses perubahan menuju lebih baik adalah ajaran agama, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah s.a.w “siapa yang keadaan hidupnya hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia itulah orang yang beruntung; siapa yang keadaan hidupnya hari ini sama dengan yang kemarin, maka dia itulah orang yang merugi; & siapa yang keadaan hidupnya hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka dia itulah orang yang celaka”.
Tantangan & rintangan hidup harus membuat seseorang menjadi leih dewasa, lebih arif & lebih kreatif, & itulah bekal hidup sesungguhnya. Perjalanan hidup & pengalaman menghadapi berbagai persoalan memberitahu bahwa hakikatnya.
Tuhan telah menjadikan ikan, maka berusahalah mencari umpan. Orang-orang yang telah sukses memberitahu kepada kita, bahwa sesungguhnya begitu banyak harta & kekayaan atau apapun yang kita inginkan telah disediakan Tuhan. Tinggal kita berkreasi mencari strategi & mencari umpan untuk menangkapnya.
Mencari umpan diperlukan kemampuan & keberanian, & itu tergantung pada kesiapan fisik & mental kita. Tak jarang ita harus menghadapi tantangan & persoalan hidup. Ada tekanan jiwa, pikiran kusut, pesimis, apatis dsbnya. Tetapi sekali layar berkembang, kita pantang surut ke belakang. Kita harus bangkit & percaya diri bhw kita bisa mengarungi gelombang kehidupan. Kelahiran kita ke muka bumi ini sebenarnya adh sebuah bukti bhw kita tlh berhasil menjadi pemenang. Bukankah bibit manusia pd proses awalnya tlh mengalahkan skian juta bibit-bibit yg lain?..
Cakrawala kehidupan akn lebih berkembang apabila slalu dilandasi dgn pandangan agama yg mnjdi petunjuk Tuhan & mnjadi sumber inspirasi yg tak pernah kering. Agama adh sumber ilham yg tdk pernah putus utk menerangi jln kehidupan agar slalu berada dlm koridor & treak yg bnar sehingga roda perjalanan kehidupan laksana bibit pohon yg tumbuh di tanah yg subur, bibit pohon tsb mulai tumbuh dr waktu ke waktu dlm suasana yg trawat, daun, tangkai & dahan secara perlahan trs tumbuh & berkembang, mengundang mata & detak jantung serta alam pikiran ttg betapa besarnya keagungan Tuhan & indahnya pesona alam semesta.
Di sisi lain apabila tdk ada inspirasi yg dpt menerangi & memayungi alam pikiran & hati nurani, mk manusia akn mnjadi skeptis, bimbang alias ragu2 yg pd gilirannya membawa kehidupan abu2 atau gray area yg mudah berpotensi hnya menurut hawa nafsu, di permukaan kelihatan indah & menggiurkan laksana seorang berada di tengah gurun pasir sedang kehausan yg sangat, ia mencari air ke sana ke mari tapi air yg didambakan tak kunjung ada, saking hausnya ia tdk pernah berhenti mencari & ketika ia menoleh & memandang jauh ke dpn ia melihat bayangan air berkilauan-kilau sejuk, lantaran hausnya ia berlari menuju tempat itu & stlah sampai di tempat itu bukannya air yg ada tp fatamorgana /lapisan udara disebabkan pantulan sinar matahari.
Konsewensinya adh hidup ini harus mempunyai prinsip & arah yg jelas serta konkrit sehingga dpt berlabuh ke arah sasaran yang disebut pulai bahagia. Pergerakan & dinamika mrpakan motor perubahan hidup sbgmn kata orang bijak bahwa di tengah gelombang kehidupan tdk ada kata mundur, di tengah pertarungan tdk ada kata mnyerah, di tengah jalan tdk ada kata berhenti. Mrk yg bergerak, mrklah yg maju. Mrk yg statis, mrklah yg tertinggal krn dunia bergerak begitu cepat & kita harus mengikutinya.
(Sumber : HR. Baginda Harahap,2008. Tuhan Telah Menciptakan Ikan Berusahalah Mencari Umpan, Al Mawardi Prima : Jakarta Selatan.h.15-20)
Friday, 23 March 2012
Meaning of Life
28 Januari 2010 pukul 18:05
Setiap manusia normal menginginkan kehidupan penuh makna, baik sebagai diri sendiri, sebagai anggota keluarga atau sebagai anggota masyarakat. Ia menginginkan bagi dirinya suatu cita-cita dan tujuan hidup yang akan diperjuangkan dengan penuh semangat, sebuah tujuan hidup yang bermakna yang menjadi arahan bagi setiap kegiatannya. Ia mendambakan dirinya menjadi orang sukses, percaya diri, bertanggungjawab, dan berguna bagi masyarakat. Ia pun ingin dihargai dan menghargai orang lain, dicintai dan mencintai orang lain, karena dengan demikian ia akan menemukan hidup penuh makna dan bahagia.
Setiap kita tentu tidak ingin terjerembab pada seribu satu masalah hidup yang kompleks dengan lorong buntu yang berakhir nestapa. Karena dengan semua itu, ia akan hidup tanpa makna dan tanpa tujuan yang jelas. Hidup menjadi gelap gulita, tanpa arah dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Makna hidup memiliki sifat yang unik dan personal. Artinya, apa yang dianggap berarti oleh seseorang belum tentu berarti bagi orang lain. Bahkan mungkin, apa yang dianggap penting dan bermakna pada saat ini oleh seseorang belum tentu sama bermaknanya bagi orang itu pada saat lain. Dalam hal ini makna hidup seseorang dan apa yang bermakna baginya biasanya bersifat khusus, berbeda dengan orang lain, dan mungkin dari waktu ke waktu berubah pula.
Sifat lain dari makna hidup adalah spesifik dan konkrit. Artinya, dapat ditemukan dalam pengalaman dan kehidupan nyata sehari-hari dan tidak selalu harus dikaitkan dengan tujuan-tujuan idealistis, prestasi-prestasi akademis yang tinggi, atau hasil-hasil renungan filosofis yang kreatif. Mengagumi merekahnya ufuk Timur pada saat terbit fajar, memandang denan penuh kepuasan tumbuhnya putik-putik bunga hasil tanaman sendiri, turut tersenyum melihat senyuman bayi montok, menghayati perasaan kasih dan haru menyaksikan anak sendiri terbaring sakit, bersemangat mengerjakan tugas yang disenangi, mendengarkan khotbah yang sarat dengan kebijakan dan kebajikan, merupakan contoh peristiwa sehari-hari yang bermakna bagi seseorang.
Sifat lain makna hidup adalah member pedoman dan arah terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan sehingga makna hidup seakan-akan menantang (challenging) dan mengundang (inviting) seseorang untuk memenuhinya.
Namun ketika manusia menemui hidupnya tak bermakna, maka muncul citra diri negatif, menganggap diri kehilangan martabat kemanusiaannya, merasa tak perlu bertanggungjawab atas perbuatan sendiri, atau berlindung dibalik hal-hal yang misterius. Citra diri menjadi citra diri yang sub-human, karena karakteristik eksistensi manusia adalah kesadaran (consciousness) dan tanggungjawab (response-bility).
Lantas, mengapa Allah SWT. Menyatakan bahwa penciptaan manusia hanya dengan satu tujuan, yakni beribadah hanya kepada-Nya. Ternyata, ibadah membawa manusia pada kesadaran dan tanggungjawabnya sebagai manusia. Ibadah member nuansa bening pada nurani manusia; menganti keresahan dan kebimbangan dengan keyakinan sebagai karunia dan rahmat dari Allah SWT. Ketika hidup tercurah hanya untuk ibadah kepada-Nya, saat itulah manusia akan menemukan makna hidupnya.
Sumber : Luqman Haqani, 2005. Mengubah Nasib: Resep Jitu Menang dalam Hidup, Pustaka Ulumuddin: Bandung, h.18-21.

Bangga dan puas pada diri telah mampu menaklukkan rasa ketakutan.Tapi ingat kita adalah makhlukNya. Cari dan temukan makna hidup Anda sendiri,maka Anda akan rasakan kebahagiaan.
Meski Anda telah sampai di puncak,sadarilah bahwa warna jingga akan perlahan redup,begitu pula kehidupan ini.
Pesona alam memukau jiwa untuk senantiasa bersyukur memuji-NyaWarna-warni bunga di taman menghiasi hari-hariku,sungguh indah.Kupu-kupu telah menemukan bunga,tak jauh berbeda dg kehidupan ini semuanya diciptakan berpasang-pasanganMentari pagi hangatkan bumi,memancarkan sinarnya menerobos celah-celah pepohonan rindang di hutan belantara duniaThursday, 28 February 2008
Inspirasi Perbaikan Diri
Apakah sebenarnya penyebab utama dari sebuah konflik? Biasanya konflik merupakan persoalan yang sangat kompleks. Penyebabnya juga sering bertumpuk, bukan sebab yang tunggal. Tetapi menurut Jack H. Grossman dalam bukunya Managing with Wisdom, penyebab yang paling sering terjadi adalah karena kritik. Konflik biasanya terjadi bila dua pihak menganggap teman yang baik. Justru dengan teman yang baik ini biasanya sikap salah satu menganggap enteng, antara lain dengan menganggap bahwa pihak lain perlu disikapi atau dikritik dengan langsung. Dan inilah yang menyulut konflik. Untuk itu seseorang harus mengatur diri.
Hubungan yang terlalu dekat seperti sahabat karib atau saudara kandung, sering menimbulkan sikap seseorang merasa memiliki yang lain, merasa tidak mungkin bentrok atau kehilangan, sehingga yang satu tidak merasa perlu berbasa-basi dan memperhatikan yang lain. Hubungan seperti ini bila terjadi antara seorang pemilik Cafe dengan resepsionis atau seorang wartawan dengan yang diwawancarai, akan menimbulkan suasana kikuk yang sering membawa konflik. Konflik terus berlanjut jika belum ada kemauan untuk memperbaiki diri.
Kenali Kekuatan Diri Sendiri dan Gunakan seperlunya.
Langkah pertama dengan mengaca. Telitilah fisik dan psikis Anda dengan saksama. Setelah tahu, bisa dicatat misalnya yang diketahui Anda mulai jenggotan, sudah tua, tidak keren lagi. Saatnya berpikir dan bersikap dewasa.
Langkah pertama dengan mengaca. Telitilah fisik dan psikis Anda dengan saksama. Setelah tahu, bisa dicatat misalnya yang diketahui Anda mulai jenggotan, sudah tua, tidak keren lagi. Saatnya berpikir dan bersikap dewasa.
Berbicara tidak lancar, di depan orang banyak sulit,
Senang berbuat sesuatu untuk kedua orang tua, Sulit menghibur diri.
Jangan Sok Berdiri Sendiri.
Semua orang ingin merdeka, berdiri sendiri. Tetapi tidak semua hal dapat dikerjakan semua orang seorang diri. Bekerja sama sebenarnya tidak ada hubungannya dengan keinginan orang untuk mandiri.
“Saya Ingin Mengerjakan Itu” bukan “Saya Akan Mengerjakan Itu”
Keinginan untuk mengerjakan sesuatu, biasanya perlu dirubah menjadi harus mengerjakan itu.
Keinginan untuk mengerjakan sesuatu, biasanya perlu dirubah menjadi harus mengerjakan itu.
Cobalah catat apa saja yang akan Anda lakukan. Kemudian renungkan, apakah sesuatu itu harus dikerjakan dengan sepenuh hati. Ganti rencana “akan” menjadi “harus”, maka Anda akan sukses. Semoga terinspirasi.
Sumber: http://id.worpress.com/tag/psikologi/2/
Subscribe to:
Posts (Atom)










